Malam
baru hendak dimulai ketika Tukijo merambati
kata demi kata kalam Allah. Tukijo memang bukan seorang
yang tergolong mumpuni dalam hal ilmu agama. Pengetahuan tentang agamanya
sebatas diperoleh dari guru mengajinya di surau saat kecil. Selebihnya dari
buku bacaan. Namun begitu ia tidak memungkiri bahwa betapa mendekatkan diri pada
Tuhan adalah suatu keperluan. Di sana ada ketentraman yang sulit dipadankan
dengan kata. Ia tidak lagi dirasa wajib, tapi butuh. Apapun persoalannya itu,
kalau menyangkut soal kebutuhan, meninggalkannya adalah kehampaan.